Ledakan akibat tumbukan terobservasi dengan Moon Impacts Detection and Analysis System (Midas) pada teleskop di Spanyol pada 12 September 2013 pukul 03.04 WIB.
"Biasanya, tumbukan di Bulan (menghasilkan cahaya) hanya berdurasi singkat, cuma sepersekian detik," kata Madiedo seperti dikutip BBC, Senin (24/2/2014).
"Namun, tumbukan yang kami saksikan berlangsung lebih dari 8 detik. Ini hampir seterang Pole Star, membuatnya sebagai tumbukan paling terang yang berhasil direkam dari Bumi," imbuhnya.
Meteor yang menjadi sumber tumbukan diperkirakan memiliki massa 400 kg dan bergerak dengan kecepatan 61.000 km per jam.
Ilmuwan percaya, meteor yang memiliki diameter 0,6 - 1,4 meter itu melepaskan energi sebesar 15 ton TNT saat menumbuk Bulan.
Tumbukan itu mengalahkan rekor tumbukan terbesar sebelumnya pada Maret 2013 yang hanya sepertiganya serta diakibatkan oleh meteor bermassa 40 kg dan diameter 0,3-0,4 meter.
Madiedo dan rekannya percaya bahwa tumbukan pada September lalu mengakibatkan terbentuknya kawah berdiameter 40 meter.
Tumbukan meteor biasa terjadi di Bulan. Satelit Bumi itu tak memiliki atmosfer sehingga batu antariksa yang kecil saja bisa menumbuk permukaannya.
Lain halnya dengan Bumi yang mempunyai lapisan atmosfer, benda angkasa perlu mempunyai ukuran yang lebih besar agar mencapai permukaan Bumi kompas
Suka Dengan Artikel Ini ?
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul "Tumbukan Meteor Paling Dahsyat di Bulan Berhasil Diobservasi". Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL https://genasikx.blogspot.com/2014/03/tumbukan-meteor-paling-dahsyat-di-bulan.html.
0 comments "Tumbukan Meteor Paling Dahsyat di Bulan Berhasil Diobservasi", Baca atau Masukkan Komentar
Post a Comment